Jika dilihat secara geografis ada 3 negara di dunia yang memiliki hutan tropis terbesar, yaitu Afrika, Brazil, Indonesia. Adapun jika dilihat dari sisi strategis pendistribusian produksi dan pemasarannya, dapat dikatakan bahwa Indonesia merupakan daerah yang sangat strategis. Hal ini disebabkan oleh bentuk wilayah Indonesia yang kepulauan sehingga akan sangat memudahkan proses transportasi. Dalam hal logistik, sangat efisien karena mudah diakses dengan menggunakan transportasi laut.

Dalam hal jangkauan pemasaran global pun, Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis karena terletak di antara dua benua, yaitu benua Asia dan Australia. Selain itu, Indonesia juga diapit oleh dua samudera, yaitu Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Dengan demikian, lokasi Indonesia sangatlah ideal untuk distribusi kayu hutan tanaman ke seluruh dunia.

Indonesia memiliki iklim yang sangat baik untuk pengembangan hutan karena curah hujan dan sinar matahari selalu ada sepanjang tahun, suhu rata-rata lebih dari 18 ° C, suhu tahunan 20 ° C – 25 ° C dengan rata-rata curah hujan per bulan 60 mm – 100 mm. Kondisi iklim tersebut sangat baik untuk mempercepat pertumbuhan tanaman hutan dalam mendapatkan kapasitas kubikasi kayu yang optimal.

Pohon Jabon Adalah Solusi Terbaik Bahan Baku Industri

Pohon jabon (Antocephalus Cadamba) merupakan tanaman asli Indonesia dan terdapat hampir di seluruh wilayah Indonesia. Pohon jabon dapat tumbuh subur di Hutan Tropis dengan ketinggian 10 – 1.000 m dpl. Jika dibandingkan jenis lain, pohon jabon adalah jenis pohon dengan pertumbuhan yang sangat cepat, berbatang silinder dan lurus, berwarna putih kekuningan dengan serat kayu yang sangat baik, cocok digunakan untuk memproduksi kayu lapis dan kayu gergajian.

Saat ini, kayu Jabon menjadi andalan industri perkayuan, termasuk kayu lapis, karena kayu jabon memiliki beberapa keunggulan dibandingkan tanaman kayu lainnya termasuk sengon / albasia. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, berikut beberapa keunggulan kayu jabon.

  1. Diameter batang dapat tumbuh sekitar 10 cm per tahun
  2. Jabon memiliki masa produksi yang singkat hanya 5-6 tahun
  3. Lebih mudah untuk di keringkan
  4. Permukaan kayunya mengkilat
  5. Memiliki daya tahan yang sudah terbukti
  6. Batang berbentuk silinder dengan tingkat kelurusan yang sangat bagus
  7. Pada masa pertumbuhan tidak memerlukan pemangkasan karena cabang akan jatuh sendiri pada masa pertumbuhannya “self pruning”.

Tunas Pohon Jabon

“Setelah ditebang,
dari akar akan tumbuh lagi tunas baru,
dan bertumbuh lebih cepat dari sebelumnya”

Karakteristik Kayu Jabon 

  1. Kayu Jabon berbatang Lurus, 70% tidak bercabang,
    berbentuk bulat silinder sehingga sangat baik untuk bahan
    baku veneer/kayu kupas.
  2. Kayu jabon Berwarna Putih Kekuningan, Kuning Terang,
    Kuning Gading.
  3. Memiliki tekstur yang bagus dan berserat lurus.
  4. Kayu tidak berbau dan mudah kering.
  5. Densitas 0,42 dengan kepadatan 290-560 Kg / m3 pada
    kadar air 15%.

Jabon Wood Introductions

Kayu Jabon memiliki prospek pasar yang cukup tinggi, permintaannya bukan hanya dari dalam negeri tetapi juga dari mancanegara. Kayu ini dapat digunakan antara lain untuk bahan bangunan, kayu lapis, produk-produk woodworking dan barang-barang kerajinan. Dalam lima tahun terakhir, permintaan akan kayu olahan mengalami peningkatan yang sangat tinggi. Hal tersebut disebabkan oleh sangat kurangnya stok kayu olahan untuk bahan baku industri di luar pulau jawa.

Industri yang paling banyak menggunakan kayu olahan seperti jabon adalah industri plywood yang pada awalnya menggunakan core veneer kayu sengon. Akan tetapi< pada akhir-akhir ini telah berkembang baik pada back maupun face veneernya yang juga menggunakan kayu jabon. Dengan demikian, kayu jabon dapat menggantikan kayu hutan alam lainnya seperti Meranti dan sejenisnya.

Veneer adalah lembaran kayu tipis yang dihasilkan dari irisan, kupasan dan serutan gelondongan kayu atau log (balok). Dengan teknologi khusus, gelondongan kayu diiris/diserut memanjang atau dikupas secara melingkar sehingga menghasilkan lembaran kayu setipis 0.25 mm s.d. 0.75mm. Dengan berkembangnya tanaman Jabon di pulau jawa, pertumbuhan industri kayu di Jawa semakin meningkat.

Terdapat kecenderungan perpindahan industriindustri plywood dan veneer ke jawa mendekati sumber bahan baku. Selain untuk industri veneer, banyak industri-industri wood working yang mengolah kayu jabon untuk di ekspor, baik berbentuk barang setengah jadi seperti komponen-komponen furniture maupun barang jadi dalam bentuk seperti barang-barang kerajinan.

Penggunaan kayu Jabon dalam berbagai produk tersebut karena Jabon mempunyai sifat yang tidak mudah pecah, ringan, mudah dikeringkan dan mudah dibentuk. Dengan keanekaragaman penggunaan tersebut maka permintaan kayu Jabon tidak diikuti oleh ketersediaannya sehingga harga terus meningkat.

Pasar Lokal Kayu Jabon

Industri plywood berorientasi ekspor sejak lama sudah menjadi bisnis andalan, terlebih-lebih setelah adanya lonjakan harga US Dolar. Akan tetapi, belakangan industri yang menggunakan bahan baku kayu menghadapi berbagai kendala. Kendala tersebut bermuara pada keterbatasan sumber bahan baku.

Produksi kayu jabon setiap tahunnya terus meningkat meskipun tidak sebanding dengan peningkatan permintaan. Hal ini disebabkan oleh perkembangan industri yang sangat pesat sehingga berakibat harga semakin meningkat setiap tahunnya.

Harga kayu jabon (kayu olahan) relatif lebih murah dibandingkan kayu lain seperti kayu jati atau kayu mahoni, yaitu sekitar Rp800.000/m3 s.d. Rp. 1.000.000/m3 (tegakan berdiri). Namun, karena dalam tempo empat tahunan tanaman sudah dapat dipanen maka perputaran investasi pada tanaman jabon relatif lebih cepat. Berdasarkan data Tabel di atas, dapat diketahui bahwa selama 8 tahun harga kayu Sengon meningkat sebesar 26,37% per tahun. Data di atas adalah data harga rata-rata kayu campuran yang berdiameter lebih dari 10 cm. Harga kayu Super (Diameter 20 cm & Up) pada bulan Agustus 2010 di TPK Tangerang adalah Rp800.000,-/m3. Saat ini, harga kayu jabon dengan diameter >30 cm sudah lebih dari Rp1 juta.

Dengan demikian, diproyeksikan bahwa dalam beberapa tahun ke depan harga kayu jabon akan terus meningkat. Prospek harga kayu jabon yang terus meningkat menunjukkan bahwa usaha budidaya tanaman jabon merupakan peluang usaha yang sangat menarik.

Namun tentunya, biaya logistik (proses pasca panen dan transportasi) sangat mempengaruhi margin keuntungan yang diperoleh sehingga diperlukan teknik pengolahan untuk diproses menjadi produk setengah jadi sehingga dapat meningkatkan nilai dari kayu olahan jenis Jabon tersebut.

BUDIDAYA KERJASAMA DENGAN I-GIST

Dalam program penanaman pohon jabon, I-GIST membina para petani, yaitu petani-petani yang bekerja sama dengan I-GIST dalam melakukan penanaman, perawatan, dan pemeliharaan pohon-pohon jabon I-GIST. Dalam pelaksanaannya, para petani tersebut diberikan panduan dan pendampingan yang sudah menjadi standar operasional I-GIST. Para petani tersebut disebut “Petani Plasma”. Mereka melakukan penanaman bibit pohon jabon yang disediakan I-GIST, melakukan perawatan 3-6 bulan, dan pemeliharaan hingga usia survive 1 tahun.

 

Proses Perekrutan Petani Plasma

Perektrutan calon petan plasma dipilih dan di seleksi dari warga daerah tempat lokasi lahan jabon berada

Proses Pelatihan Petani Plasma

Petani yang telah terpilih dan terseleksi diberikan pelatihan cara penanaman dan perawatan oleh tim I-GIST

Proses Penanaman Pohon Jabon

Setelah diberikan pelatihan oleh tim I-GIST, petani plasma mulai melakukan penanaman pohon jabon, sesuai prosedur standar I-GIST

 

Perawatan Oleh Petani Plasma

Petani plasma akan rutin melakukan perawatan standard seperti pemupukan, penyiraman, pembersihan lahan pohon jabon dari usia 3-6 bulan.

Setelah usia 1 tahun, pohon jabon dapat dikatakan sudah survive. Dikatakan demikian karena pohon jabon sudah memiliki akar yang menjangkau kedalaman tanah hingga 5 meter sehingga akar tersebut dapat menjangkau air tanah dan tempat cadangan unsur hara tanah.

Budidaya Sendiri

Pembibitan dan Penyemaian

Pembibitan yang akan dijelaskan pada bagian ini merupakan pembibitan yang berasal dari biji, bukan kultur jaringan (penulis belum memiliki pengetahuan terkait teknik kultur jaringan).

Sebagaimana telah banyak disinggung di bagian sebelumnya, bibit pohon jabon lebih gampang diperoleh dengan cara membeli pada ahlinya (penjual benih jabon profesional, pabrik/instansi yang menawarkan kerjasama bagi hasil).

Jika kamu telah mendapatkan biji jabon, saatnya bagi kamu untuk menyiapkan media persemaian. Tempa menyemai biji jabon ini boleh menggunakan pot plastik/ember plastik berukuran sedang. Sementara, media semai berupa pasir dan tanah yang telah dihaluskan terlebih dahulu dengan perbandingan 1:1.

Untuk optimalisasi keberhasilan penyemaian, ada baiknya campuran tanah dan pasir halus disterilisasikan terlebih dahulu dengan cara disangrai di wajan tanah atau dibakar.

Jika kamu memilih metode untuk membakar campuran tanah dan pasir, jangan gunakan minyak tanah, gunakan saja kayu dan daun-daun kering untuk menutup pasir, lalu bakar. Setelah kayu menjadi bara api, baiknya campuran tanah dan pasir diaduk-aduk dengan bara api dan diamkan sampai dingin.

Setelah proses tersebut selesai, campurkan satu sendok teh biji jabon hingga benar-benar merata kemudian tempatkan campuran tanah, pasir, dan biji jabon ke dalam pot atau ember plastik. Siram dengan air lalu tempatkan di tempat yang sejuk dan teduh hingga muncul kecambah jabon.

Jika kamu menggunakan cara menyangrai campuran tanah dan pasir, setelah proses tersebut selesai, diamkan tanah dan pasir halus tersebut hingga benar-benar dingin. Setelah itu campurkan catu sendok teh biji jabon hingga benar-benar merata. Masukkan ke dalam pot/ember plastik, siram, simpan di tempat yang sejuk dan teduh.

Cara lain untuk menyemai, tempatkan campuran tanah dan pasir halus yang telah disterilisasi ke dalam pot/ember plastik. Setelah itu, taburkan secara merata satu sendok teh biji jabon kemudian tutup biji tersebut dengan taburan pasir dan tanah halus setebal 1 cm. Terakhir, siram dengan air dan simpan di tempat sejuk dan teduh.

Diamkan kecambah jabon di media persemaian hingga berumur satu bulan (memiliki 2-3 tangkai daun) sebelum dipindahkan ke media penyemaian lanjutan. Selama proses tersebut, jemur benih jabon setiap pagi antara pukul 7-9 pagi setelah itu simpan kembali di tempat yang sejuk.

Persiapan Lahan

Sebelum kamu mulai membuat lubang penanaman, ada baiknya kamu membersihkan dahulu lahanmu dari berbagai tumbuhan yang sekiranya akan menjadi hama seperti rumput dan ilalang, tetapi simpan dahulu tanaman-tanaman tinggi (jangan terlalu tinggi dan besar) sebagai perindang benih jabon dan hilangkan pohon tersebut ketika pohon jabon mulai membesar (kira-kira umur 4-5 bulan di lahan pembesaran).

Buat lubang penanaman dengan luas 1×1 meter dengan kedalaman ½ meter untuk diisi dengan pupuk kandang/kompos. Masing-masing lubang tanam ini berjarak 3-4 meter (jika kamu berencana menumbuhkan pohon ini sampai berusia 7-10 tahun, baiknya jarak antar lubang dibuat lebih jauh lagi antara 5-6 meter per lubang tanam.

Setelah semua lubang terisi pupuk kandang/kompos, diamkan selama dua minggu dan jangan lupa untuk menyiram lubang tanam tersebut agar tanahnya gembur.

Penyemaian Lanjutan

Selama menunggu proses persiapan lahan, saatnya kamu memindahkan bibit yang telah berusia satu bulan ke dalam polybag. Media tanam yang digunakan untuk penyemaian tambahan ini adalah campuran tanah halus/pasir halus, pupuk kandang, dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1.

Kamu tidak perlu menggunakan pupuk kimia karena pengaruhnya tidak terlalu signifikan mengingat tanaman ini akan ditanam dalam jangka waktu yang lama.

Tapi jika kamu tidak sabar untuk melihat bibit ini cepat tumbuh, pupuk kimia yang bisa dipergunakan adalah urea sebanyak 1 sendok makan setiap polybag yang di tabor merata di pinggir atas (jangan terlalu dekat dengan tanaman).

Setelah media ini siap, pindahkan dengan hati-hati tiap-tiap bibit yang disemai di dalam pot/ember plastik dengan hati-hati.

Basahi dulu tanah dengan air sehingga menjadi lembek dan tanaman mudah diambil tanpa merusak akar tanaman. Setelah itu, taruhlah tanaman tersebut di dalam polybag yang telah dipersiapkan; 1 polybag diisi dengan satu bibit.

Setelah proses tersebut selesai, simpan tanaman yang telah dipindahkan ke dalam polybag tersebut di tempat yang tidak terkena matahari secara langsung (baiknya hanya kena sinar matahari pagi saja).

Siram sehari atau dua hari sekali untuk menjaga kelembaban media tanam. Sesekali, kamu perlu mengontrol benih ini dari hama pengganggu seperti siput dan belalang.

Pada dasarnya, tanaman ini merupakan tanaman tangguh sehingga kamu tidak perlu melakukan perawatan khusus seperti menambahkan fungisida atau pestisida untuk mencegah hama, namun jika kamu tidak yakin dengan hal ini, kamu boleh menggunakan berbagai jenis anti hama sesuai petunjuk pemakaian.

Tanaman akan dipindahkan ke media pembesaran ketika sudah mencapai tinggi 40-50 cm dan memiliki lebih dari 5 tangkai daun. Namun jika lahanmu merupakan lahan yang banyak mendapatkan sinar matahari, sebaiknya benih jabon ditanam ketika sudah mencapai tinggi 80-100 cm, berdaun lebar dengan jumlah daun lebih dari 10 tangkai.

Penanaman

Penanaman ini merupakan pemindahan benih jabon dari media polybag ke lahan pembesaran. Sobek plastik polybag dan usahakan agar tanah dan akar jabon tidak berhamburan (masih menempel). Setelah itu tanam tanaman dengan kedalaman menyesuaikan dengan tinggi tanah sisa polybag.

Ada baiknya penanaman ini dilakukan di sore hari ketika volume sinar matahari mulai menurun sehingga tanaman sempat beradaptasi terlebih dahulu selama semalam sebelum keesokan harinya tanaman tersebut akan menyambut sengatan sinara matahari.

Pastikan tanah selalu dalam keadaan basah karena pohon jabon sangat menyukai tanah berkadar air tinggi.
Waktu tanam terbaik adalah musim penghujan karena di musim ini kita tidak perlu khwatir jika tanaman kekurangan air.

Di musim ini pula, ketika banyak mendung, maka jabon muda tidak akan terlalu sering terjemur matahari (jika sinar matahari terlalu kuat, daun-daun akan layu). Musim penghujan ini merupakan musim terbaik bagi jabon untuk tumbuh lebih cepat sehingga lebih tahan dengan sinar matahari nantinya.

Ketika pohon lebih tinggi, besar, dan berdaun banyak, pohon jabon justru sangat menyenangi sinar matahari. Untuk itu, singkirkan tanaman-tanaman perindang jikalau ada.

Perawatan

Perawatan yang paling utama adalah penyiraman. Selebihnya, pemupukan dilakukan setiap enam bulan sekali dengan menggali tanah sekitaran pohon dengan kedalaman sekitar 10 cm untuk ditaburi dengan pupuk kandang hingga membentuk gunungan kecil.

Pohon jabon pada dasarnya tidak memerlukan pupuk kimia sehingga pemupukan cukup dengan menggunakan pupuk organik.

Pemanenan

Sebelum melakukan pemanenan, ada baiknya kamu mencari pembeli terlebih dahulu. Syukur-syukur, pohon jabon suah dibayar sebelum kamu memanennya. Pemanenan dilakukan ketika usia pohon mencapai lima tahun.

Tapi tenang saja, semakin lama pohon ini dibiarkan tumbuh, maka harga kayunya juga akan semakin mahal sehingga kamu tidak perlu terburu-buru untuk mencari pembeli atau menjualnya dengan harga murah.

Usahakan untuk membuat perjanjian dahulu dengan pembeli bahwa kamu tidak akan menjual akar tanaman ini karena sebaiknya ketika panen, kamu menyisakan akar plus batang setinggi 10 cm dari akar.

Akar ini nantinya akan tumbuh lagi (lebih cepat dari pada pembibitan baru) dan bisa dipanen lagi untuk masa panen yang kedua, ketiga, hingga tanaman sudah tidak produktif lagi (tidak ada tanda-tanda kehidupan setelah dipotong batangnya).

Perawatan Akar Tanaman Pasca Panen

Setelah pohon jabon ditebang, sisakan batang setidaknya 10 cm dari permukaan tanah. Tutup potongan batang tersebut dengan obat penutup luka tanaman agar cepat pulih dan memunculkan tunas baru (para hobiis adenium sangat akrab dengan obat ini).

Setelah bekas potongan diolesi obat penutup luka, batang tersebut ditutup dengan plastik dan diikat untuk menghindari penguapan terlaalu cepat. Buka ikatan plastik setelah batang ini memunculkan tunas baru.

Selebihnya, lakukan perawatan seperti yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya. Tunas ini akan tumbuh lebih cepat jika dibandingkan dengan penanaman bibit baru dan jauh dari resiko kematian tanaman usia muda.

 Catatan Penting dalam budidaya Pohon Jabon ini.

Sebagai manusia, kita selalu diwajibkan untuk berusaha dan berdoa dalam upaya mendapatkan rezeki dari Tuhan. Kedua hal tersebut harus berjalan beriringan, guna menghindarkan manusia dari sifat serakah yang pada nantinya akan menghilangkan akal sehat manusia dalam perhitungan meraih rejekinya.

Seperti dalam perhitungan bisnis kayu Jabon dan sengon ini. Ada sebagian kalangan yang memiliki ambisi demikian besar dalam meraup keuntungan. Akibatnya mereka melakukan berbagai macam cara guna meraih laba sebanyak mungkin. Seperti memberikan perhitungan keuntungan di luar kewajaran kepada calon investor kayu Jabon.

Hal ini dilakukan oleh sebagian pedagang bibit kayu jabon nakal, yang mencoba memberikan mimpi kepada pembelinya. Salah satunya dengan menyampaikan gambaran keuntungan mencapai angka milyaran rupiah dari bisnis kayu jabon ini. bagi mereka yang serakah, adanya gambaran keuntungan ini tentu akan disikapi dengan sikap irasional. Namun, bagi mereka yang melibatkan Tuhan dalam proses pencarian rejeki, tentu akan menyikapi kondisi ini dengan sabar dan mengedepankan rasio akal sehat.

Bagi mereka yang mengedapankan kerakusan dalam berbisnis kayu Jabon ataupunsengon, asumsi keuntungan mencapai milyaran rupiah ini diperoleh dengan cara yang tidak sehat. Seperti dengan menyarankan pengurangan jarak kerapatan antar pohon hingga mencapai 1×1 m. Bahkan, ada sekelompok pihak yang menyatakan semakin rapat jarak antar pohon, maka keuntungan yang bisa didapatkan dari kayu Jabonper hektar mencapai angka 1 milyar rupiah.

Namun sesungguhnya, asumsi seperti ini adalah sebuah penyesatan. Sebab, semakin rapat jarak antar pohon akan meningkatkan resiko tanaman Jabon terkena hama dan serangan penyakit. Selain itu, kualitas pohon pun tidak akan sesehat jika kerapatan pohon berjarak minimal 3×2 m. Bahkan, jika lahan yang tersedia lebih luas, kerapatan pohon akan lebih baik jika berukuran 4 x 4 m.

Selain bisa meminimalisir serangan hama, jarak pohon yang tidak terlalu rapat tersebut bisa menghemat biaya biaya bibit, biaya lubang tanam, pupuk dan biaya operasional lainnya.

Di sisi lain, untuk mendapatkan keuntungan optimal dari penanaman kayu Jabonbukan sekedar ditentukan jumlah pohon yang ditanam per hektarnya. Sebab, dengan kerapatan yang lebih jarang, 1000 pohon bisa menghasilkan jumlah kayu sebanyak 5000 pohon. Hal ini disebabkan, pada lahan yang ditanami 1000 pohon, kondisinya jauh lebih sehat dan berkualitas daripada lahan yang ditanami 5000 pohon.

Dampaknya bisa dilihat pada nilai jual kayu. Pada lahan yang ditanami 1000 pohon, bisa menghasilkan kayu berdiameter 30-50 cm yang dikategorikan sebagai super log. Nilai jual kayu berukuran ini mencapai 1 juta per meter kubik. Sementara pada lahan yang ditanami 5000 pohon per hektar, kayu yang bisa dihasilkan maksimal hanya berukuran maksimal 20 cm. Itu pun biasanya hanya sekitar 40 – 50 persen dari keseluruhan pohon yang ditanam. Selebihnya, memiliki ukuran di bawah 20 cm. Harga untuk pohon berukuran 20 cm, tidak lebih dari 400 ribu per meter kubik. Dari perhitungan ini, bisa diperkirakan berapa nilai yang bisa didapatkan dari kedua metode penanaman tersebut mana yang lebih menguntungkan.

Oleh karena itu, disarankan kepada para petani Jabon untuk lebih bisa berpikir cerdas dalam proses mencari rejeki melalui penanaman Jabon ini. keuntungan besar bukan sekedar ditentukan dari berapa banyak bibit yang ditanam. Melainkan cara penanaman pun akan mempengaruhi besarnya pendapatan yang bisa diperoleh pada saat panen. Dan berdasar perhitungan secara ilmiah yang sudah dibuktikan di lapangan, nilai keuntungan yang bisa dihasilkan dari menanam Jabon per hektar berkisar 250-300 juta. Angka ini diasumsikan bahwa jumlah bibit yang ditanam adalah 1000 pohon. Sehingga apabila ada pedagang bibit Jabon yang menyarankan untuk memperpendek jarak penanaman antar pohon guna mendapatkan keuntungan hingga 800 juta dari satu hektar lahan, tentu hal tersebut merupakan sebuah penyesatan yang tidak perlu dipercayai.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *