Sebelumnya, pernahkah anda mendengar kata street food bisnis? Mungkin sebagian belum pernah mendengar, sebagian sudah pernah mendengar, bahkan sedang menggeluti bidang ini. Street food bisnis adalah sebuah bidang bisnis yang bergerak di bidang kuliner dimana lokasi nya menggunakan kendaraan mobil, dan lokasinya di jalanan, berpindah–pindah, tidak pernah menetap di suatu lokasi.

Di indonesia, istilah ini memang masih baru–baru ngetrend, namun di luar negeri sudah menjadi hal yang umum di perbincangkan. Istilah nya memang masih baru, namun bisnis nya sudah  banyak yang menjalankan, seperti penjual pakaian, nasi keliling, penjual bakso atau cilok, atau bahkan penjual es. Istilah yang sudah ada di indonesia adalah penjual Moko (mobil toko).

Bisnis Street food ini memang menjadi tren di masyarakat karena lebih mudah di jalankan, dan sangat praktis. Berikut 7 keunggulan berbisnis Streetfood:

1. Praktis dan Fleksibel

Bisnis street food bisa di bilang  sangat praktis karena hanya memerlukan mobil pick up terbuka, etalase kecil, perlengkapan dan peralatan makan yang umum seperti piring, sendok, mangkuk, tempat nasi, dll.  Tidak perlu kursi dan meja makan, juga tidak perlu pelayan yang banyak, mungkin 1 orang saja cukup. Tidak perlu mencuci piring , karena biasanya memakai piring kertas. Bisnis ini juga sangat fleksible, mengapa?  Jualannya bisa berganti–ganti, tergantung lingkungan yang ada di sekitar tempat jualan. Misalnya : di pagi hari berjualan di jalan raya atau di dekat stadion, menu yang dijual bisa nasi pecel, atau gado–gado atau nasi campur , nasi gudeg, dan lain–lain. Di sore hari–malam hari bisa diganti dengan gorengan, atau minuman hangat, atau nasi bungkus. Atau bahkan bisa berganti jualan sepatu atau sandal di pasar malam atau tempat–tempat keramaian malam hari. Jadi saking fleksiblenya, tidak mesti harus jual kuliner, bisa juga jualan barang lainnya.

2. Modal Usaha Relatif Lebih Kecil

Modal awal untuk bisnis streetfood relatif lebih murah dibanding buka depot atau resto, karena tempat usahanya adalah kendaraan bak terbuka, yang tidak peerlu biaya sewa lokasi, tidak perlu bayar listrik, tidak perlu karyawan yang banyak. Hanya modal mobil bekas berbentuk bak terbuka seharga +/- 30 jutaan ( itupun bisa di kredit) kita sudah bisa memiliki bisnis kuliner.

3. Resiko Gagal Lebih Kecil

Semua bisnis pasti ada resiko untuk gagal. Di bisnis streetfood ini, ada juga resiko gagal, namun menurut saya sangat kecil resikonya. Mengapa demikian ?  Karena kita mudah sekali merubah item – item yang dijual jika memang item yang kita jual tidak laku. Misalnya : jual nasi pecel atau nasi campur. Karena di lingkungan kita berjualan banyak yang jual item yang sejenis, maka kita bisa cepat ganti item yang dijual dengan item lain, misalnya : nasi gudeg, atau nasi kuning, atau jual kue jajanan pasar.

4. Pelayanan Lebih  Baik

Service atau pelayanan prima kepada customer adalah hal yang penting agar bisnis kita bisa lancar. Bisnis streetfood ini bisa memberikan pelayanan yang lebih cepat ke konsumen. Maksudnya : jika kita jualan makanan, jelas penyajiannya lebih cepat, karena semua bahan makanan dan perlengkapan sudah ada di sekitar kita, tinggal kita mengambil dan menyajikan langsung.

5. Waktu Operasional Lebih Singkat, Tanpa Mengurangi Omzet Penjualan

Berjualan dengan menggunakan Moko/mobil toko biasanya tidak terlalu lama berjualannya, mereka rata – rata berjualan 3 – 4 jam saja , setelah itu pulang. Bagaimana dengan omzetnya ? Karena berjualan hanya di momen–momen tertentu saja yang ramai maka omzet nya juga akan ikut terangkat naik.

 

Di Indonesia, khususnya kota-kota besar, bisnis makanan memang tak pernah ada matinya. Apalagi makanan juga merupakan kebutuhan pokok setiap manusia, sehingga gak heran kalau bisnis ini gak pernah kehabisan pelanggan.

Agar tak kalah bersaing, para pebisnis kuliner pun terus berinovasi. Salah satu inovasi yang mereka lakukan adalah menjual makanan menggunakan kendaraan dengan desain menarik. Bisnis makanan ini lazim disebut sebagai food truck.

10 Tips Sukses untuk Memulai Bisnis Warung ala Street Food

Food truck sendiri memiliki konsep menjual makanan lewat mobil berukuran besar, yang terdapat dapur kecil untuk menyiapkan makanan. Di negara Barat seperti Amerika, food truck  memang sudah sangat umum dijumpai. Uniknya, karena di dalam sebuah mobil, food truck pun dapat berpindah-pindah lokasinya.

1. Makanan atau minuman apa yang hendak kamu jual

Pixabay.com/Shanta Islam

Dalam menjual makanan, entah itu food truck, restoran, atau model usaha lainnya, produk atau makanan dan minuman adalah hal paling utama yang harus kamu perhatikan. Untuk food truck, umumnya lebih banyak ke makanan siap saji atau yang mudah untuk diolah, mengingat tempatnya terbatas.

2. Merancang spesifikasi food truck-nya

foodtruckssouth.com

Terutama peralatan dapur yang kamu butuhkan. Misalnya kalau kamu berjualan nasi goreng, tentu membutuhkan wajan besar. Namun, jika kamu berjualan hotdog, kamu tak perlu wajan melainkan tempat grill kecil untuk daging. Jika kentang goreng, maka kamu perlu menyediakan deep fryer, dan lain sebagainya.

3. Lihat-lihat inspirasi desain food truck

Pixabay.com/biggifraley

Kamu bisa dengan mudah browsing di internet untuk melihat aneka desain food truck. Tapi ingat, jangan menjiplak, ya! Desain food truck pun beragam, mulai dari sederhana, keren hingga vintage. Sesuaikan pula dengan tipe makananmu.

4. Cari ahli desain foodtruck terpercaya dan berpengalaman

Pixabay.com/allegralchaple

Belum banyak tempat yang menyediakan jasa pembuatan food truck. Jadi, cobalah cari mereka yang sudah berpengalaman dengan food truck. Lebih baik mengeluarkan kocek agak mahal diawal, daripada membuatnya asal-asalan dan akhirnya kamu harus membuat baru dari awal lagi dengan biaya lebih mahal.

5. Tempat di mana kamu ingin berjualan dengan food truck

Pixabay.com/Ben Kerckx

Di mana-mana kalau ingin berjualan, tempat juga ikut berpengaruh terhadap kelancaran usahamu. Jika tempat tersebut ramai, setidaknya semakin banyak peluang pelanggan yang bisa kamu dapat.

6. Mendapatkan perizinan dari tempat itu atau prosedur sewa

diarymakan.com

Di Indonesia, perizinan food truck masih belum terlalu jelas. Jadi sebelum “mangkal” atau berhenti untuk berjualan di sebuah tempat, pastikan diperbolehkan dan kamu tak mendapat masalah. Caranya mudah, cukup tanya saja kepada RT setempat jika di perumahan, tanyakan ke petugas mall  jika di dalam area mall, dan tanya pada perkantoran jika di area kantor, dan seterusnya.

7. Cari tahu supplier terpercaya untuk menyuplai bahan mentah

nakedavocado.com

Kamu akan berjualan makanan, di mana sebelumnya kamu perlu mencari siapa yang akan menjadi supplier atau penyedia untuk bahan mentahnya. Sebab kamu tak mungkin melakukannya sendirian. Carilah supplier dengan bahan berkualitas sekaligus harganya terjangkau.

8. Promosikan bisnis tersebut via media sosial

tokopedia.com

Harus diakui, sosial media akan berperan begitu besar dalam bisnis food truck-mu. Apalagi sekarang orang-orang di Indonesia memang tak bisa lepas dari sosial media. Jadi, kamu juga tak boleh lupa berpromosi di sosial media. Selain mudah, juga gratis!

9. Bergabung dengan komunitas penjual food truck

bisnis.com

Sudah terdapat komunitas food truck di Jakarta sekaligus kota-kota lainnya. Melalui komunitas ini, kamu bisa mendapatkan kabar-kabar terbaru seputar food truck, festival yang sedang berlangsung, sekaligus janjian untuk berjualan bersama-sama yang tentunya lebih seru dan menyenangkan.

10. Pastikan proses pengolahan dan penyimpanannya ringkas

instagram.com/kaipacifica

Karena tempatnya yang terbatas, tidak disarankan untuk membuat makanan yang rumit sekaligus membutuhkan waktu lama untuk penyajian. Pasalnya, hal ini akan menyulitkan dirimu sendiri sekaligus tak akan menguntungkan. Sesuaikan kapasitas dalam food truck, dan pilih makanan sederhana tapi disukai banyak orang.

Modal bisnis food truck  ini tidak terlalu besar dan sangat cocok buat kamu yang sedang mencari inspirasi bisnis. Persiapannya juga sangat mudah dan tidak ribet, kan?

Ilustrasi detail Bisnis Warung ala Street Food

Dengan bisnis street food akan menghasilkan banyak keuntungan. Namun sesuai dengan yang sudah saya sebutkan di awal bahwa kita mengambil bisnis street food ini dengan konsep modern yang berbeda dari street food lainnya.
     Usaha yang kita terapkan bersifat semi permanen atau berpindah – pindah tentunya tidak berfokus di satu tempat. Usaha ini ingin kita terapkan pada sebuah mobil dengan bak tertutup yang sedikit di modifikasi dan akan dijadikan sebagai tempat gerai makan.
     Hal ini diterapkan agar konsumen memiliki rasa penasaran karena rasa penasaran selalu berhasil menciptakan pembelian utama. Rasa penasaran termasuk dalam target dari marketing konteks. Dan street food concept memenuhi persyaratan untuk membangun rasa penasaran konsumen.
     Bicara mengenai prospek  bisnis street food ini saya mencoba menghitung proyeksi biaya dan keuntungan dengan mencantumkan berbagai macam peralatan bisnisnya.
Modal Awal
Mobil Bak                                                                       Rp. 25.000.000
Dekorasi Mobil                                                              Rp. 15.000.000
Peralatan Masak                                                            Rp. 4.000.000
Blender                                                                            Rp. 300.000
Mesin Cup Sealer                                                           Rp. 1000.000
Genset                                                                              Rp. 3.500.000
Kursi dan Meja                                                               Rp. 10.000.000
Total                                                                            Rp.58.000.000

Modal Kerja
Bahan Baku Makanan                                                  Rp. 4.500.000
Bahan Baku Minuman                                                 Rp. 3.350.000
Gas                                                                                   Rp. 100.000
Solar                                                                                Rp. 300.000
Wadah Karton Makan                                                 Rp. 350.000
Cup dan Tutup                                                              Rp. 270.000
Total                                                                           Rp.8.870.000
Pendapatan
Makanan   (per porsi Rp. 12.000)        Rp. 12.000 x 30 prs x 30 hari                Rp. 10.800.000
Minuman  (per cup Rp.5000)               Rp. 5000 x 45 cup x 35 hari                   Rp. 6.750.000
Total                                                                                                                         Rp. 17.550.000
Keuntungan per bulan                            Rp. 17.550.000 – 8.870.000          Rp. 8.680.000

Dengan asumsi hitungan di atas prospek bisnis street food modern ini dapat menghasilkan keuntungan 8 sampai 9 juta per bulan. Artinya BEP bisa diraih dalam 6 sampai 7 bulan. Ini hanya proyeksi minimal. Begitu banyak street food yang saya observasi melalui website di wilayah lainnya termasuk luar kota Jogja mampu meraup keuntungan lebih dari proyeksi yang saya tuliskan tersebut.
Walaupun modalnya dibilang cukup besar, hal ini dapat diminimalisisr apabila peralatan sudah dimiliki sebelumnya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *