Dalam sebuah artikel kami membaca adanya upaya peternak ikan  yang berupaya mencari alternatif pakan ikan yang harganya semakin lama semakin tidak terjangkau. Dalam artikel tersebut, akhirnya peternak ikan tersebut mendapat solusi setelah berkunjung ke peternakan ayam dimana ia melihat adanya larva lalat di kotoran ayam. Ia kemudian mengumpulkan kotoran ayam tersebut untuk diambil larva lalatnya dan diberikan kepada ikan.

peternakan ikan
peternak ikan

Dalam artikel lain, kami membaca adanya peternak ayam yang diprotes warga karena aroma kotoran ayam yang mengganggu lingkungan sekitar. Dengan adanya peternak ikan yang mengambil kotoran ayam, maka masalah bau kotoran ayam dapat teratasi. Bukan hanya bau kotoran ayam yang bukan lagi menjadi masalah, peternak ayam mendapatkan tambahan penghasilan dari ikan.

peternak ayam
peternak ayam

Pertanyaannya, mengapa peternak ayam tidak sekaligus  menjadi peternak ikan? atau mengapa peternak ikan tidak sekaligus menjadi peternak ayam? Toh kotoran ayam dapat menghasilkan larva lalat yang dapat diberikan kepada ikan? dan peternak ikan tidak usah susah payah repot mengambil kotoran ayam jauh untuk pakan alternatif bagi ikan mereka?

Dalam artikel lain, kami membaca tulisan tentang kesulitan yang dihadapi oleh para petani kita dimana dalam berbagai kondisi mereka selalu mengalami kerugian. Bila gagal panen, mereka sudah pasti merugi karena hasil panen mereka terlalu sedikit sehingga tidak dapat menutup biaya yang telah mereka keluarkan. Namun demikian, bila panen berhasil, pun tidak jarang mereka mengalami kerugian. Hal ini disebabkan oleh harga yang jatuh karena pasar dibanjiri oleh hasil pertanian sehingga walaupun hasil panen melimpah, uang dari hasil penjualannya tetap saja tidak dapat menutupi biaya yang dikeluarkan. Tidak jarang kita lihat para petani lebih suka membuang hasil panen mereka daripada dijual.

petani membuang tomat hasil panen
petani membuang tomat hasil panen

Di banyak daerah di negeri yang kita cintai ini, banyak sekali kita jumpai petani padi yang hanya memiliki lahan kecil sehingga padi yang dihasilkan pun juga sedikit. Namun, tidak jarang untuk memenuhi  kebutuhan pangan lainnya seperti daging ayam, telur dan sayuran, mereka harus menjual padi mereka.

petani kecil
petani kecil

Andai saja peternak ikan juga memelihara ayam. Andai saja peternak ayam juga  memelihara ikan. Andai saja petani juga memelihara ayam dan ikan. Kami pikir kehidupan akan menjadi lebih baik.

Selama ini kita berpikir dan bertindak dalam potongan-potongan tidak dalam satu kesatuan yang terintegrasi. Demikian pula halnya dalam bidang pertanian.  Peternak ayam tidak akan menjadi peternak ikan.  petani tidak akan menjadi peternak. Padahal bertani secara terintegrasi bukanlah hal yang tidak mungkin untuk dilakukan.

bila seorang peternak ayam juga peternak ikan dan petani sekaligus, maka ia akan mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga secara lengkap. Ia akan mampu menyediakan telur, daging ayam, ikan dan sayuran langsung dari tanah pertanian mereka.

Bila terjadi kegagalan panen, maka ia tidak akan mengalami kerugian yang terlalu besar karena masih memiliki komoditas lain yang dapat diharapkan hasilnya. Demikian pula bila terjadi panen raya yang mengakibatkan harga jatuh. Ia tetap dapat menjual dengan harga rendah karena biaya yang dikeluarkan relatif lebih rendah dibandingkan bila ia menanam satu jenis komoditas saja.

Ketika seorang peternak ikan  melihat solusi pakan alternatif dari larva lalat yang ada di kotoran ayam waktu ia berkunjung ke peternakan ayam, sebenarnya Allah Subhanallah’hu wata’ala sedang mengajarinya bahwa pakan ikan dapat diperoleh dari larva lalat. Dan Allah Subhanallah’hu wata’ala juga mengajarinya untuk mengintegrasikan usaha peternakan ikan  dengan peternakan ayam.

Bertahun-tahun lamanya kami melakukan uji coba dan berkenalan dengan sistem aquaponik yang mengintegrasikan peternakan ikan dan sayuran.  Akan tetapi sistem aquaponik saja tidak memberi kepuasan bagi kami karena tidak memberikan solusi menyeluruh sampai akhirnya kami putuskan untuk mengintegrasikannya dengan peternakan ayam petelur.

senangnya memancing di kolam Aquaponik 4 in 1
senangnya memancing di kolam Aquaponik 4 in 1

Pengintegrasian ayam petelur dalam sistem aquaponik ternyata tidak  sesulit yang dibayangkan orang. Oleh sebab itulah kami menuangkan semua pengalaman kami yang kami peroleh atas petunjuk dan pengajaran dari sang Maha Pencipta   dalam sebuah buku yang perjudul Aquaponik 4 in 1.

Buku Aquaponik 4 in 1
Buku Aquaponik 4 in 1

Bila pembaca ingin memiliki buku ini, silakan pesan lewat email infomanfer@gmail.com

Buku Aquaponik 4 in 1 ini berisi informasi yang lengkap tentang prinsip-prinsip untuk menjalankan sistem Aquaponik 4 in 1 beserta komponennya dan gambaran hasil yang diperoleh untuk berbagai ukuran lahan. Dengan prinsip-prinsip tersebut, pembaca dapat membuat sendiri sesuai dengan kreasi masing-masing.

Akan tetapi bila pembaca ingin langsung dapat menjalankan sistem Aquaponik 4 in 1 ini, kami juga menyediakan modul Aquaponik 4 in 1 siap pakai.

modul siap pakai
modul siap pakai

Untuk pemesanan modul Aquaponik 4 in 1 siap pakai ini anda dapat menghubungi kami di infomanfer@gmail.com

Kami juga mulai memberikan training lapangan bagi pembaca yang ingin belajar langsung bagaimana cara menjalankan Aquaponik 4 in 1 ini langsung di tempat.

training Aquaponik 4 in 1
training Aquaponik 4 in 1

20151206_135433

Bila anda ingin mengikuti training Aquaponik 4 in 1, dapat menghubungi kami di infomanfer@gmail.com

Aquaponik 4 in 1 adalah instalasi pertanian terpadu yang perlu dimiliki oleh setiap keluarga Indonesia. Dengan maraknya praktek penggunaan insektisida dan herbisida berbahaya pada tanaman, praktek pemberian hormon pertumbuhan dan antibiotik  penyebab kanker pada unggas dan  praktek  pemberian pakan ikan dari bangkai dan limbah pabrik makanan, bukankah sudah saatnya bagi keluarga anda untuk memilikinya?

Jika keluarga anda memiliki lahan minimal 3 x 1 m2, maka itu sudah memadai untuk memenuhi kebutuhan minimal 4 jenis pangan bagi keluarga anda.

Pembuatan Modul Aquaponik 4 in 1 Di Tangerang

Sejak pameran berakhir, permintaan  buku maupun pembuatan modul mengalir dengan cepat. Salah satunya datang dari Bapak Arif di Tangerang.

Beliau memiliki lahan kecil berukuran  3X3 di lantai 2 rumahnya.

IMG_0593

Setelah mempelajari posisi matahari dan kondisi intensitas matahari, maka kami melihat bahwa di lantai 2 rumah Pak Arif dapat dipasang Aquaponik 4 in 1 Tipe A200 sebanyak 2 buah membentuk huruf L. Oleh karena itu,  pembaca yang tidak memiliki lahan di tanah juga dapat memasang modul Aquaponik 4 in 1 di lantai atas rumah. Lebih baik lagi jika memiliki atap rumah berbentuk duct sehingga dapat memasang Aquaponik 4 in 1 yang lebih besar.

Tahap pertama dilakukan pengukuran ruang tempat Aquaponik 4 in 1 ini akan diletakkan.

IMG_0594

Dalam ruangan berukuran 3×3 m ini dapat dipasang 2 buah Aquaponik 4 in 1 tipe A200 dengan sedikit penyesuaian.

IMG_0596

IMG_0597

Akhirnya 2 buah Aquaponik 4 in 1 type A200 dapat diselesaikan.

IMG_0631

Dua buah Aquaponik 4 in 1 tipe A 200 ini dapat menghasilkan  4320 butir pertahun,  720 batang caisim pertahun, dan 800 ekor ikan pertahun. Lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga Pak Arif yang berjumlah 5 orang.

A400

Untuk pemesanan modul maupun buku Aquaponik 4 in 1, silakan hubungi email infomanfer@gmail.com

PemasanganModul Aquaponik 4 in 1 di Jababeka

Gudang milik PT. Sentiaki Jaya Pangestu kebetulan memiliki sedikit lahan yang ingin dimanfaatkan bagi karyawan untuk bercocok tanam dan mengisi waktu di sela sela kesibukan mereka. Gudang ini terletak di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang.

Setelah lahan berukuran 5 m x 0.5 m penempatan modul disiapkan, mulailah pemasangan modul dilakukan. Pertama disiapkan dulu semua bahan yang diperlukan seperti talang air, besi siku berlubang, pasir malang, bioball, seng, wiremesh, plastik transparan, pompa aquarium, timer, terpal, mur baut, cable ties, pipa aquarium, dll.

Setelah semua bahan disiapkan dan dipotong sesuai dengan ukuran yang kita inginkan barulah kita mulai memasang modul Aquaponik 4 in 1 kita.

Kita mulai memasang besi siku berlubang sebagai rangkanya.

Setelah rangka selesai dibuat, kita pasang talang air tempat filter biologi.

Setelah filter buologi terpasang, kita letakkan talang air tempat media tanam di bagian atas.

Lalu kita pasang kolam terpalnya. Setelah itu isi dengan air.

Setelah itu kita tutup pembatas antara kandang ayam dan kolam.

Akhirnya selesailah Aquaponik 4 in 1 kita.

Kita sudah dapat langsung menanam bibit sayuran di media tanam tanpa melalui peoses penyemaian. Buatkan saja lubang-lubang berjarak 5 cm.. masukkan 1-2 buah biji tanaman. Sekarang kita menanam sayuran sawi.

Ayam juga bisa langsung kita pelihara.

Sedangkan ikan belum bisa dipelihara.

Setelah berjalan seminggu, terlihat bibit sawi sudah bertunas.

Ayam juga sudah lebih besar.

Ikan mulai kita masukkan sedikit demi sedikit.

Dua minggu kemudian, sayuran sawi sudah mulai besar.

Ayampun demikian.

Tiga minggu kemudian…

Ayam setelah tiga minggu

Ikan mulai kita pelihara.

Empat minggu kemudian…

Tampak Ibu Elisa yang merupakan salah satu penggemar kita sedang datang berkunjung.

Dalam waktu 2 minggu lagi, sayuran sawi sudah dapat dipanen. Jadi total hanya 6 minggu sejak dari biji hingga panen.

Ayam mulai bertelur pada usia 4 bulan.

Sedangkan ikan dapat dipanen 5- 6 bulan kemudian.

Demikian update yang dapat kami sajikan. Jika ada pembaca yang ingin memesan modul siap pakai atau buku kami, dapat menghubungi kami di infomanfer@gmail.com.

Stop press!!!

Mengingat banyaknya permintaan training, kami berencana mengadakan seminar pelatihan Aquaponik 4 in 1 bagi Pemula. Pelatihan akan mencakup pelatihan tentang prinsip2 dasar Aquaponik 4 in 1 dan dilengkapi dengan demo perakitan aquaponik 4 in 1 lengkap dengan kolam terpal, kandang ayam dan media tanam. Bagi yang perminat silakan pesan tempat di infomanfer@gmail.com. seminar akan diadakan di Jakarta. Waktu dan tempat akan kami infokan kemudian. Kami sediakan potongan khusus bagi 100 pendaftar pertama.

Luar biasa!!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *